403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID UW3VbIEdXb1AV5DSuMHljYPzYQ6IMwVAEowOKqQh3F5zj_VYAN-TeQ==TataCara & Doa Sholat Hajat Agar Harapan dan Keinginan Cepat Terkabul. December 24, 2019. December 6, 2018. Sholat Hajat - Sholat hajat adalah salah satu sholat sunnah yang diperuntukkan untuk seseorang yang sedang memiliki suatu hajat/keinginan maupun suatu masalah yang ingin diselesaikan. Keinginan tersebut bisa berupa bersifat duniawi
Doa Abu Darda adalah himpunan doa yang sangat baik dan bermanfaat untuk diamalkan. Abu Darda Al-Ansari adalah seorang sahabat kepada Nabi Muhammad saw. Beliau adalah suami kepada rakan seperjuangan Umm al-Darda al-Kubra. Abu Darda adalah seorang pedagang di Madinah. Beliau memeluk Islam setelah Perang Badar. Beliau dikenali sebagai saudara Salman Al Farisi yang bertugas sebagai Gabenor di Syria pada masa pemerintahan Sayyidina Uthman Ibnu Affan sebagai khalifah. Beliau meninggal di Damsyik sebelum pembunuhan khalifah Khulafa’ Ar-Rasyidin yang ketiga Sayyidina Uthman Ibnu Affan yang . Tentang Doa Abu Darda Barang siapa yang membaca doa ini, maka akan dijaga dirinya oleh Allah swt sentiasa. Suatu ketika dahulu dikatakan pernah berlaku kebakaran besar yang amat dahsyat di wilayah Abu Darda namun apa yang mengejutkan adalah hanya rumah milik beliau Abu Darda seorang yang terselamat dan tidak dijilat api. Hal ini kerana beliau sering mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah saw kepadanya yang kini digelar Doa Abu Darda. Doanya seperti di bawah – Doanya berbunyi – Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta alaika tawakkaltu wa anta rabbul arshil kareemi ma shaa Allahu kaana wamaa lam yasha`lam yakun wala haula wala quwwata illa billahil aliyil azeem a`lamu annallaha alaa kulli shayin qadeer wa annallaha qad ahata bikulli shayin ilma ALLAHumma innee aaoozubika min sharri nafsi wa min sharri kulli daa abbatin anta aakhizum bina siyatihaa inna rabbi alaa siratim mustaqeem Doa Abu Darda Dilaporkan bahawa Talq b. Habib berkata, “Seorang lelaki datang kepada Hazrat Abu Darda dan berkata kepadanya,” Wahai Abu Darda rumahmu telah terbakar. ” Dia berkata Tidak, itu tidak boleh dibakar. Allah tidak akan membiarkan perkara ini terjadi kerana yang aku mendengar kata-kata dari Nabi SAW. Sesiapa yang mengucapkan kata-kata ini pada awal hari, Nabi SAW memberitahu kami, tidak akan ditimpa musibah hingga akhir hari, dan barangsiapa yang mengucapkan kata-kata ini pada waktu petang tidak akan ditimpa sampai pagi . Saya membacakannya pada waktu pagi itulah sebabnya saya percaya bahawa rumah saya tidak dapat terbakar. Dalam beberapa versi hadis ada yang menemukan bahawa beliau berkata, “Ayuh, mari kita pergi”. Oleh itu, beliau pergi bersama mereka ke rumahnya. Mereka mendapati semua kawasan di sekitar rumah terbakar tetapi rumahnya tidak rosak. “ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْللِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي Allaahumma innee as’alukal-afwa wal’aafiyata fid-dunyaa wal’aakhirati, Allaahumma innee as’alukal-afwa wal’aafiyata fee deenee wa dunyaaya wa ahlee, wa maalee, Allaahum-mastur awraatee, wa aamin raw’aatee, Allaahum-mahfadhnee min bayni yadayya, wa min khalfee, wa an yameenee, wa an shimaalee, wa min fawqee, wa a’oothu bi’adhamatika an ughtaala min tahtee. Sahih Ibn Majah 2/332 and Abu Dawud. Ya Allah, aku memohon keampunan-Mu dan perlindungan-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon keampunan-Mu dan perlindungan-Mu dalam agama, urusan duniawi, keluargaku dan harta kekayaanku. Ya Allah, sembunyikan rahsia ku dan peliharalah aku dari penderitaan. Ya Allah, peliharalah aku dari apa yang ada di hadapanku dan di belakangku, dari kiriku, dan dari kananku, dan dari atasku. Aku berlindung kepada Kebesaran-Mu daripada dijatuhkan dari bawahku. Setelah mengetahui maksud doa abu darda, marilah kita bersama beramal dengan doa tersebut supaya dapat memelihara diri dan harta dari bala bencana dan musibah, menghindari gangguan makhluk halus serta memagar rumah. SUMBERBacaanTeks Doa Agar Selamat Di Dunia dan Akhirat Beserta Artinya. Diposting oleh Admin di April 21, 2016. Doa Abu Darda' atau ada yang menulisnya Abu Dardar adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada beliau dan selalu diamalkan oleh Ab Selasa, 05 April 2016. Dalam kitab al-Adab al-Mufrad, Imam al-Bukhari w. 256 H memasukkan sebuah riwayat tentang Sayyidina Abu Darda radliyallahu anhu yang berdoa sepanjang malam agar dibaguskan akhlaknya. Berikut riwayatnya حدثنا عبد الله بن محمد قال حدثنا أبو عامر قال حدثنا عبد الجليل بن عطية عن شهر عن أمّ الدرداء قالت قام أبو الدرداء الليلة يصليّ فجعل يبكي ويقول اللهم أحسنتَ خَلْقي فحسّن خُلُقي حتي أصبح. فقلتُ يا أبا الدرداء! ما كان دعاؤك منذ الليلة إلّا في حسن الخُلُق؟ فقال يا أمّ الدرداء! إنّ العبد المسلم يحسن خلقه حتى يدخله حسن خلقه الجنة، ويسيء خلقه حتى يدخله سوء خلقه النار، والعبد المسلم يغفر له وهو نائم. فقلت يا أبا الدرداء! كيف يغفر له وهو نائم؟ قال يقوم أخوه من الليل فيتهجد فيدعو الله عز وجل فيستجيب له ويدعو لأخيه فيستجيب له فيه Abdullah bin Muhammad bercerita, ia berkata Abu Amir bercerita, ia berkata Abdul Jalil bin Athiyyah menceritakan dari Syahr, dari Ummu ad-Darda’, ia berkata “Di satu waktu Abu ad-Darda pernah menjalankan shalat malam lalu menangis dan berdoa “Ya Allah, Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka perbaguslah akhlakku,” ia melakukannya hingga pagi. Aku berkata “Wahai Abu ad-Darda, kenapa doa yang kau panjatkan sepanjang malam hanya tentang kebagusan akhlak?” Ia menjawab “Wahai Ummu ad-Darda, sesungguhnya seorang Muslim yang berakhlak bagus maka kebagusan akhlaknya memasukannya ke surga, dan jika berakhlak buruk maka keburukan akhlaknya memasukkannya ke neraka. Seorang hamba yang Muslim akan diampuni meski ia sedang tidur.” Kemudian aku bekata kepada Abu ad-Darda’ “Bagaimana bisa ia diampuni padahal ia sedang tidur?” Abu ad-Darda’ menjawab “Saudaranya terbangun pada malam hari, melakukan shalat tahajud, kemudian berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah mengabulkannya, lalu dia pun mendoakan saudaranya, dan Allah mengabulkannya juga.” Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, al-Adab al-Mufrad, Dar al-Hadits, 2005, h. 77-78 **** Sayyidina Abu Darda wafat sekitar 31-39 H adalah sahabat nabi yang faqih, hafal al-Qur’an dan periwayat banyak hadits. Ia berasal dari kaum Anshar, dari Bani Ka’b bin Khazraj. Banyak yang meriwayatkan hadits darinya, sebut saja seperti Anas bin Malik, Abu Umamah al-Bahili, Abdullah bin Amr bin al-Ash, Ummu Darda’ istrinya, Sa’id bin Musayyab, dan lain sebagainya. Imam al-Dzahabi menyebutnya sebagai, “hakîm hadzihil ummah, wa sayyidul qurrâ’ bi dimasyq” hakimnya umat ini dan gurunya para pembaca/pengkaji Al-Qur’an di Dimasyq Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, Beirut Muassasah al-Risalah, 2001, juz 2, h. 336-337 Dalam riwayat di atas, Sayyidina Abu Darda berdoa sepanjang malam, dan permintaannya hanya satu, memohon agar dibaguskan akhlaknya sebagaimana Allah telah membaguskan penciptaannya. Hal itu membuat Ummu Darda istrinya penasaran, sehingga ia bertanya “kenapa doa yang kau panjatkan sepanjang malam hanya tentang kebagusan akhlak?” Sayyidina Abu Darda memang mengulang-ulang doanya sampai waktu subuh tiba. Ia tidak menyelipkan doa lain selain meminta dibaguskan akhlaknya. Mendengar pertanyaan itu, Abu Darda menjawab “Wahai Ummu ad-Darda, sesungguhnya seorang Muslim yang berakhlak bagus maka kebagusan akhlaknya memasukkannya ke surga, dan jika berakhlak buruk maka keburukan akhlaknya memasukkannya ke neraka. Seorang hamba yang Muslim akan diampuni meski ia sedang tidur.” Ini artinya kebagusan akhlak husnul khuluq adalah bagian dari realisasi ideal keimanan seseorang. Sebab, salah satu misi utama kenabian adalah “makârim al-akhlâq” pemuliaan akhlak dan “mashâlih al-akhlâq” pembagusan akhlak. Di samping itu, akhlak bisa menjadi penanda atas kesempurnaan iman seseorang. Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda HR. Imam Tirmidzi أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling bagus akhlaknya.” Dimensi akhlak sangat luas. Tidak dibatasi oleh relasi yang baik-baik saja, seperti “kau baik padaku, maka aku baik padamu,” atau, “aku baik padamu, maka kau pun harus baik padaku,” tapi juga relasi yang tidak seimbang, seperti berbuat baik pada orang yang memusuhi, memaafkan kesalahannya dan menjalin kembali tali silaturahmi yang telah terputus. Rasulullah bersabda HR. Imam Abdurrazaq dan Imam al-Baihaqi ألَا أدُلُّكم علي خير أخلاق أهل الدنيا والآخرة أن تَصلَ مَن قطَعك, وتُعطيَ مَن حَرَمك، وتَعفو عمَّن ظلَمك “Tidakkah kalian mau kutunjukkan sebaik-baiknya akhlak penduduk dunia dan akhirat; yaitu kau menyambung kembali hubungan persaudaraan dengan orang yang telah memutuskanmu, kau memberi atau berbagi dengan orang yang telah mencegah atau mengambil hakmu, dan kau memaafkan kesalahan orang yang telah menzalimimu.” Imam Jalaluddin al-Suyuthi, al-Durr al-Mantsûr fî Tafsîr bi al-Ma’tsûr, Kairo Markaz Hajar li al-Buhuts wa al-Dirasat al-Arabiyyan wa al-Islamiiyah, 2003, juz 6, h. 711 Karena itu, dalam jawaban Sayyidina Abu Darda’, akhlak memiliki peran penting atas posisi manusia kelak. Akhlak baik husnul khuluq bisa memudahkan seseorang masuk surga, dan akhlak buruk su’ûl khuluq dapat memudahkannya masuk neraka. Selain itu, ada tujuan lain yang dimaksud Sayyidina Abu Darda’, yaitu terciptanya hubungan sosial yang saling memaafkan dan saling memohonkan ampun kepada Allah. Ia mengatakan “Seorang hamba yang Muslim akan diampuni meski ia sedang tidur.” Perkataan ini melahirkan tanda tanya baru di benak istrinya. Ia bertanya lagi “Bagaimana bisa ia diampuni padahal ia sedang tidur?” Sayyidina Abu Darda’ menjawab “Saudaranya terbangun pada malam hari, melakukan shalat tahajjud, kemudian berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, maka Allah mengabulkannya, lalu dia pun mendoakan saudaranya, dan Allah mengabulkannya juga.” Ini menunjukkan pertalian kuat antara husnul khuluq akhlak yang baik dengan kesadaran personal manusia. Bagi orang yang telah terbangun akhlaknya, ia tidak berminat untuk selamat seorang diri. Ia pun tidak berminat untuk memutus tali silaturahmi atau membiarkan tali itu tetap putus meski di dalam doa. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah, bahwa sebaik-baik akhlak adalah meluaskan maaf, melebarkan kemurahan hati dan memanjangkan persaudaraan, meski ia disakiti, dizalimi dan dimusuhi. Di sabdanya yang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita tentang iman yang mewujud dalam tindakan dan rasa. Iman yang diaktualisasikan dengan cinta kepada saudaranya sebagaimana cinta terhadap dirinya sendiri lâ yu’minu ahadukum hattâ yuhibba li akhîhi mâ yuhibba li nafsihi. Semua manusia ingin diampuni dosa-dosanya, ingin dirahmati, ingin dijauhkan dari siksa neraka, dan ingin menikmati surga. Keinginan yang semula bersifat personal, karena dorongan iman, meluas menjadi keinginan bersama. Seorang yang beriman, tidak akan hanya mementingkan keselamatannya sendiri. Oleh karenanya, meskipun sedang tidur, seorang mukmin dapat diampuni dosa-dosanya karena doa dari saudaranya yang lain. Doa dari orang-orang beriman yang berlaku di atas cinta dan akhlak yang baik. Itu artinya, seorang yang berada di jalan akhlak, akan selalu mengingat dan mengharapkan keselamatan untuk saudara-saudaranya, dari mulai yang baik kepadanya, yang memusuhinya, sampai yang tidak dikenalnya sama sekali. Pertanyaannya, sudahkah kita berada di jalan itu? Wallahu a’lam bish-shawwab... Muhammad Afiq Zahara, alumni PP. Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen
DoaAbu Darda' atau ada yang menulisnya Abu Dardar adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada beliau dan selalu diamalkan oleh Abu Dardak. Doa ini sangat musajab untuk perlindungan diri dan keluarga, juga harta benda. Abu Dardak yang sudah mengamalkan doa ini secara kontinyu terhindar rumahnya dari bencana kebakaran yang melanda
Abu Darda’ adalah salah satu sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari kalangan Anshar. Pernah suatu ketika ia didatangi seorang laki-laki dan mengatakan bahwa rumah Abu Darda’ kebakaran. Dalam riwayat lain bahkan dijelaskan kedatangannya kepada Abu Darda’ dilakukan berulang kali dengan mengabarkan informasi yang sama, bahwa rumahnya kebakaran. Rupanya keyakinannya kepada Rasulullah menjadikan Abu Darda’ tidak percaya pada informasi seorang laki-laki yang menemuinya. Keyakinan itu berdasar pada sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam من قالها أول نهاره لم تصبه مصيبة حتى يمسي ومن قالها اٰخر النهار لم تصبه مصيبة حتى يصبح اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَاإِلهَ إِلَّا أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكّلْتُ وَأَنْتَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا. اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ اٰخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ Artinya, “Barang siapa membaca beberapa kalimat doa dan dzikir di permulaan siang pagi maka ia tidak akan tertimpa musibah hingga sore hari. Dan barang siapa membacanya di akhir hari sore maka ia tidak akan tertimpa musibah hingga pagi hari. Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau. Kepada-Mu saya bertawakal. Engkau Tuhan Arsy yang sangat agung. Kalau Engkau berkehendak maka akan terjadi, jikalau tidak, maka tidak akan terjadi. Tiada daya dan kekuatan melainkan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Saya mengetahui bahwa Allah terhadap segala sesuatu itu mampu. Dan Ilmu Allah mencakup segala hal. Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan diriku, dan kejelekan seluruh binatang. Engkau yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di jalan yang lurus’,” HR. Ibn Sini; lihat Syekh Nawawi, al-Adzkar, Semarang Pustaka Alawiyah, hal. 79. Di akhir kisahnya Abu Darda’ mengajak orang-orang yang mengatakan bahwa rumah beliau terbakar untuk memastikan kebenaran tersebut. Berbekal keyakinan kebenaran hadits Rasulullah, Abu Darda’ tetap optimis bahwa rumahnya dalam keadaan baik-baik saja karena setiap pagi dan sore beliau membaca apa yang diajarkan Rasulullah tersebut. Sesampainya di tempat kejadian, seakan terlihat keajaiban yang luar biasa. Sekitar rumah Abu Darda’ semua hangus terbakar, namun rumah beliau tidak terjilat api sedikit pun, bahkan masih dalam kondisi sebagaimana asalnya. Jika keyakinan atas kebenaran Allah dan rasulnya telah bulat, tiada hal yang dapat mengalahkan. Melalui para utusan, Allah menunjukkan kasih sayangnya sebagaimana terangkum dalam ajaran Islam. Bukan hanya keselamatan akhirat, kesejahteraan dunia pun Islam tawarkan kepada umatnya. Abu Darda’ menjadi salah satu contoh pendengar sekaligus pengamal ajaran Rasulullah terkait dzikir pagi dan petang ikhtiar pelindung dari segala kejahatan. Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari kisah tersebut di antaranya, pertama, musibah bagi manusia adalah keniscayaan. Apakah itu berbentuk ujian atau bahkan teguran. Kebenaran ini telah dikabarkan dalam Al-Qur’an, وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ Artinya, “Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah wahai Nabi Muhammad, kabar gembira kepada orang-orang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiûn’ sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.” QS al-Baqarah [2] 155-156. Kedua, kelemahan manusia mengharuskannya selalu kembali kepada yang Mahakuasa, baik melalui doa-doa maupun dzikir sebagaimana telah diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الإنْسَانُ ضَعِيفًا Artinya, “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” QS. An-Nisa [4] 28. Disebutkan dalam ayat lain, bahwa kebahagiaan atau kesusahan seorang hamba bergantung di bawah kuasa-Nya. وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى Artinya, "dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis" QS An-Najm [53] 43. Ketiga, tiada kebahagiaan dapat dinikmati seorang hamba, kecuali ia konsisten mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah Al-Quran dan sunah Rasul.” HR. Malik, Muslim dan Ash-hab al-Sunan. Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta
Dengannama Allah Yang Menyembuhkan. 3. Dengan nama Allah Yang Mencukupkan. 4. Dengan nama Allah Yang Memberikan kesihatan yang baik. 5. Dengan nama Allah yang tidak memberi kemudaratan dengan namanya akan sesuatu pun di dunia dan di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Bismillah 5 adalah Doa Segala Penawar Penyakit Batin dan Zahir.Ini adalah panduan lengkap Doa Abu Darda. Doa ini disediakan secara lengkap dan tersusun untuk memudahkan anda belajar mengamalkan doa ini. Apa yang menarik Bantuan audio dan ejaan dalam rumi juga turut disertakan. Semoga panduan ini dapat membantu anda. Isi KandunganDoa Abu Darda Teks LengkapDoa Abu Darda Dalam Ejaan RumiAudio Bacaan Doa Abu DardaTerjemahan Doa Abu DardaSiapakah Abu Darda Doa Abu Darda Seorang sahabat Rasulullah SAW dan ahli ibadah yang terkenal dengan nama Abu Darda’ telah mengamalkan doa di bawah ini setiap lepas Subuh dan Maghrib. Doa ini bertujuan untuk memohon perlindungan dan keselamatan daripada Allah SWT bagi diri, ahli keluarganya dan harta bendanya dari gangguan dan kejahatan jin, syaitan, haiwan dan manusia. Menurut riwayat, beliau mengamalkan doa di bawah ini yang didapatinya daripada Rasulullah SAW. Berikut adalah tersebut Doa Abu Darda Dalam Ejaan Rumi Untuk memudahkan mereka yang kurang mahir membaca doa dalam tulisan jawi/arab, saya telah sediakan doa ini dalam bentuk rumi. Bismillahir-rahmanirrahim, Alhamdulillahi Robbil Alamin, Wassolatu Wassalamu Ala Sayyidina Muhammadin Ashrofil Anbiya’i Wal Mursalin, Wa Ala Aalihi Wasohbihi Ajmain. Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaha illa Anta. Alaihi Tawakkaltu, Wa Anta Robbul Arsyil-Azim. MasyaAllahu KaaNa, Wa Maa Lam Yasha’ Lam Yakun. Laa Haula Wala Quwwata Illa Billahil-Azim. A’lamu Annallaha Ala Kulli Syai’in Qodir, Wa Annallaha Kod AhaThoBikulli Syai’in ill-ma. Allahumma Inni Auzubika Min Syarri Nafsi, Wa Man Syarri Kulli Dabbatin Anta Aakhizun Binasiyatiha Inna Robbi Sirotin Mustaqim. Wasollallahu Ala Sayyidina Muhammadin Wa Ala Aalihi Wasohbihi Wassalam, Walhamdulillahi Robbil Alamin. Audio Bacaan Doa Abu Darda Untuk lebih membantu anda, audio bacaan doa ini turut disediakan. Sila mainkan doa ini di bawah Terjemahan Doa Abu Darda Maksud doa ini adalah seperti berikut Segala puji hanyalah bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat dan salam ke atas tuan kami, Nabi Muhammad semulia-mulia nabi dan rasul, selawat dan salam ini juga dilimpahkan ke atas ahli keluarga Baginda, dan para sahabatnya sekalian. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan yang layak disembah melainkan Engkau. Aku hanya bertawakkal kepadaMu, dan Engkaulah Tuhan bagi Arasy yang besar. Apa yang dikehendaki oleh Allah pasti akan berlaku, dan apa yang tidak dikehendakinya pasti tidak akan berlaku. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Aku mengetahui bahawa Allah Maha Berkuasa ke atas setiap sesuatu, dan bahawa ilmu Allah meliputi segala perkara. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung denganMu daripada kejahatan diriku dan kejahatan setiap binatang yang melata yang Engkau memegang ubun-ubun mereka berkuasa ke atas setiapnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di atas jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan selawat ke atas tuan kami, Nabi Muhammad, ahli keluarga Baginda, para sahabatnya, dan berilah kesejahteraan kepada mereka. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Siapakah Abu Darda Siapakah Abu Darda yang istimewa ini? Nama beliau adalah Uwaimir bin Amir bin Malik bin Zaid bin Qais bin Umayyah bin Amir bin Adi bin Ka`b bin Khazraj bin al-Harits bin Khazraj. Ada yang berpendapat, namanya adalah Amir bin Malik, sedangkan Uwaimir adalah timangannya. Namun, orang ramai mengenalinya dengan nama Abu Darda kerana beliau memiliki seorang anak perempuan bernama Darda. Isterinya pula dikenali sebagai Ummu Darda. Beliau termasuk dalam kalangan sahabat yang akhir masuk Islam. Namun, beliau juga termasuk dalam kalangan sahabat yang tinggi keislamannya. Beliau seorang faqih, pandai dan bijaksana. Nabi saw mengatakan Uwaimir adalah hakimul ummah seorang yang sangat bijaksana.— Rujuk Usudul ghabah 5/97 Kelebihan Doa Abu Darda Apakah kelebihan doa ini? Ikuti kupasan kelebihan mengamalkan doa ini oleh Ustaz Habib Khairul Nizam pada video di bawah ini Doa Abu Darda ra amat terkenal dan sering diajar untuk diamalkan agar ia menjadi pelindung diri, keluarga dan harta daripada mala petaka. Doa berkaitan